lingkungan hidup

Pakai Kresek Plastik, Manfaatkan Ulang !

Sampah plastik, menjadi masalah nasional bahkan global.  Awalnya agak “radikal” dalam kampanye anti-plastik dalam upaya pengurangan sampah plastik ini di rumah, namun setelah mengalami realitas di kehidupan sehari-hari saat ini di kota saya dan dibanyak kota di Indonesia, penggunaan plastik dan kresek plastik sangat sulit dihindari. Jikalau menggunakan kemasan bahan lain misalnya dari kertas, juga menimbulkan masalah lingkungan lain walau sampah kertas mudah terurai. Masalah lingkungan lain yang timbul dari penggunaan bahan kertas adalah bahan baku kertas berasal dari kayu hutan. Artinya akan ada “dikorbankan” dari penggunaan bahan kertas, yaitu kayu dari pepohonan hutan.

Jadi saat ini yang mungkin mampu saya secara terapkan pada tingkat keluarga dalam hal penggunaan plastik yaitu:
1. Menggunakan kembali berulang plastik (REUSE) layak pakai ulang untuk belanja, mengemas, membawa sesuatu atau penggunaan lainya.
2. Mengurangi beli sesuatu berkemasan plastik (REDUCE). Jika ada dua pilihan tempe berbungkus daun vs tempe berbungkus daun, maka yang dipilih tempe berbungkus daun. Jika ada kacang kiloan vs kacang kemasan, yang dipilih kacang kiloan. Penerapaanya lebih ke pertimbangan, tak ekstrim menghindari total yang berkemasan plastik, belum bisa bahkan mungkin untuk di negara kita belum bisa diterapkan karena banyak produk tidak memiliki kemasan alternatif.
3. Untuk sesuatu yang bisa dipakai untuk fungsi (RECYLE), misalnya mangkuk bubur plastik GoFood, dipergunakan kembali menjadi wadah pot bibit tanaman sampai hal kecil seperti spons cover hp untuk mouse pad dan banyak lainya.

Keresek Plastik Selama layak pakai dan kering manfaatkan ulang

Jadi ayo kurangi atau manfaatkan kembali keresek plastik. Jika dulu biasanya dipakai sekali pakai, ayo mulai dari sekarang pakai berulang.